Siwalima Maluku Tampil di Surabaya Full Music
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Kelompok perkusi Kramat dari Pamekasan, Madura, mengawali Surabaya Full Music (SFM) 2008 di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (18/6). SFM yang berlangsung hingga 22 Juni 2008 akan menampilkan apresiasi musik dari sejumlah daerah.
Artikel Terkait:
Nusantara Lima Buka Hajatan Surabaya Full Music 2008
Kamis, 19/6/2008 | 20:10 WIB
SURABAYA, KOMPAS - Komunitas musik Siwalima Taman Budaya Maluku mengusung repertoar berjudul Nurani Jagad dan Kintal dalam perhelatan Surabaya Full Music bertema Nyanyian Nusa Raya-Sebuah Refleksi Nasionalisme, Kamis (19/6) malam, di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya.
Kedua repertoar karya komposer Maynart R.N. Alfons yang dipersembahkan dalam pesta musik tahunan yang diselenggarakan Taman Budaya Jawa Timur itu menghadirkan eksplorasi bunyi daun kelapa yang dibikin menjadi alat tiup dan daun kora-kora yang biasa dipakai oleh anak-anak bermain-main di dalam hutan.
Batang daun kora-kora yang menimbulkan bunyi saat dipukul dengan sebilah kayu , serta alat tiup dari daun kelapa yang memunculkan bunyi trompet, itu tak berdiri sendiri dalam gubahan musik yang diperdengarkan kepada khalayak.
Sang komposer Alfons, demikian sapaan Maynart R.N Alfons, alumnus ISI Yogyakarta dalam repertoar Nurani Jagad mencoba mengelaborasikan bunyi daun kora-kora dan alat tiup dari daun kelapa dengan seruling bambu sebagai idiom suara burung.
Bunyi seruling bambu yang ditingkahi dengan tifa (perkusi) , rebana, toleng-toleng (kentongan), daun kora-kora dan tiu -tiu (alat tiup dari daun kelapa), serta flute dan viola (biola) tak pelak menghadirkan rasa musikal yang yang terkadang unik.
Sedangkan dalam repertoar Kintal yang berarti halamam rumah, Alfons menghadirkan nuansa Jawa dalam gubahan musiknya dengan memasukkan unsur gamelan(totobuang/bonang), hal itu tak lepas dari peng alamannya selama bergaul dengan komunitas-komunitas tradisi di Yogyakarta.
Komposisi ini mencoba memadukan petatonik dengan diatonic, kata Alfons yang kini sedang menempuh S2 bidang kajian seni pertunjukan nusantara di ISI Yogyakarta.
Sementara itu, Komunitas Etnika Mahakam Taman Budaya Kalimantan Timur dalam perhelatan ini menghadirkan dua repertoar masing-masing berjudul Musik Pedalaman dan Musik Pesisir . Kedua repertoar yang berbeda nuansa rasa musikal, itu setidaknya mengingatkan khalayak pada gubahan musik etnik Kalimantan (dayak dan melayu).
Repertoar musik pedalaman yang kami suguhkan ini bi asanya dipakai untuk pengiring tari perang Kancat P epatai, sedangkan repertoar musik pesisir untuk iringan tari Japin, kata Komposer Asrani Rasidi dari komunitas Etnika Mahakam, Taman Budaya Kalimantan Timur.
Selain suguhan dari Taman Budaya Maluku,Taman Budaya Kalimantan Timur, Surabaya Full Music memasuki hari kedua ini dimeriahkan pula dengan komunitas musik Hati Nurani Taman Budaya Kalimantan Selatan yang mengusung kompoisi Kuciak Urang Bukit & Bahasa Burung karya komposer Ennos Karli dan Yudith. (TIF)
Jumat, 2008 Juni 20
Senin, 2008 Juni 09
Kolaborasi Budaya di Festival Nusantara
SURABAYA - Sepasang Hudoq, makhluk bertopeng khas Dayak, Kalimantan, menari-nari di Sanggar Alang-Alang, Joyoboyo, kemarin. Rumbai-rumbai daun yang menghiasi tubuh mereka bergerak-gerak halus seiring goyang ritmis para penari tersebut. Begitu tarian yang biasanya diperagakan pada upacara pemujaan leluhur itu rampung, tepuk tangan sontak membahana.
Kemeriahan itu adalah bagian dari acara Festival Nusantara 2008 yang diadakan Pendidikan Seni Nusantara (bukan Dewan Kesenian Jatim seperti berita sebelumnya) dan Dinas P dan K Jatim. Anjangsana ke Sanggar Alang-Alang dimotori Pendidikan Seni Nusantara. Sedangkan Dinas P dan K Jatim memotori acara apresiasi seni di Supermal Pakuwon Indah (SPI).
Anjangsana itu diikuti 150 peserta yang terdiri atas para siswa dari berbagai daerah. Di Sanggar Alang-Alang, mereka saling unjuk budaya kesenian setempat. Setelah itu, masing-masing kontingen mengadakan tanya jawab.
Usai kesenian Hudoq tampil, berbagai pertanyaan muncul. Misalnya dari Agung, anggota Sanggar Alang-Alang. Dia menanyakan komposisi warna hitam, putih, dan merah pada topeng Hudoq. Salah seorang siswa dari kontingen Kaltim mengatakan, merah berarti berani, putih artinya suci, dan hitam menggambarkan jiwa manusia yang terkadang memiliki sisi hitam.
Kemarin kontingen Tasikmalaya, Jabar, memamerkan kepiawaian berangklung. Agus Awe, koordinator kontingen, menanggapi pertanyaan peserta soal klaim Malaysia bahwa angklung adalah kesenian khas negaranya. Agus mengaku geli. Sebab, menurut dia siapa pun tahu bahwa angklung dari Indonesia. “Saya tidak marah ke Malaysia. Tapi, saya marah ke pemerintah. Mengapa tidak melindungi budaya sendiri,” ucapnya disambut tepuk tangan para siswa.
Grup Ojo’ Ngono dari Pamekasan kemarin juga unjuk gigi. Kontingen yang mengenakan kaus khasnya, putih bergaris-garis merah, tersebut menyanyikan lagu Surabaya.
Selain tanya jawab dan unjuk kebolehan, mereka sempat berkolaborasi dalam memainkan alat musik dan menari. Misalnya, mereka memainkan semua alat musik yang ada secara bersamaan. Pada saat yang sama, peserta menarikan tarian adat sesuai daerahnya masing-masing.
Sementara itu, acara apresiasi seni di SPI diikuti 53 peguyuban peminat seni tradisi dari seluruh Jatim. Masing-masing juga unjuk tradisi. Misalnya, SMPN 1 Jember yang mementaskan ludruk berjudul Joko Bodho.
Achmad Fauzi, pelaksana program Festival Nusantara 2008, mengatakan, anjangsana itu untuk mengenalkan kesenian tradisional sejak dini. Selain saling kenal, para siswa berkesempatan menanyakan langsung segala sesuatu terkait kesenian tersebut. “Seperti sejarah, alasan pemilihan warna, maupun waktu lahirnya kesenian tersebut,” katanya.
Festival Nusantara 2008 berakhir hari ini. Sebelum meninggalkan Surabaya, kontingen akan berkunjung ke redaksi Jawa Pos. (eko/dos)
Jawa Pos, Rabu, 28 Mei 2008
SURABAYA - Sepasang Hudoq, makhluk bertopeng khas Dayak, Kalimantan, menari-nari di Sanggar Alang-Alang, Joyoboyo, kemarin. Rumbai-rumbai daun yang menghiasi tubuh mereka bergerak-gerak halus seiring goyang ritmis para penari tersebut. Begitu tarian yang biasanya diperagakan pada upacara pemujaan leluhur itu rampung, tepuk tangan sontak membahana.
Kemeriahan itu adalah bagian dari acara Festival Nusantara 2008 yang diadakan Pendidikan Seni Nusantara (bukan Dewan Kesenian Jatim seperti berita sebelumnya) dan Dinas P dan K Jatim. Anjangsana ke Sanggar Alang-Alang dimotori Pendidikan Seni Nusantara. Sedangkan Dinas P dan K Jatim memotori acara apresiasi seni di Supermal Pakuwon Indah (SPI).
Anjangsana itu diikuti 150 peserta yang terdiri atas para siswa dari berbagai daerah. Di Sanggar Alang-Alang, mereka saling unjuk budaya kesenian setempat. Setelah itu, masing-masing kontingen mengadakan tanya jawab.
Usai kesenian Hudoq tampil, berbagai pertanyaan muncul. Misalnya dari Agung, anggota Sanggar Alang-Alang. Dia menanyakan komposisi warna hitam, putih, dan merah pada topeng Hudoq. Salah seorang siswa dari kontingen Kaltim mengatakan, merah berarti berani, putih artinya suci, dan hitam menggambarkan jiwa manusia yang terkadang memiliki sisi hitam.
Kemarin kontingen Tasikmalaya, Jabar, memamerkan kepiawaian berangklung. Agus Awe, koordinator kontingen, menanggapi pertanyaan peserta soal klaim Malaysia bahwa angklung adalah kesenian khas negaranya. Agus mengaku geli. Sebab, menurut dia siapa pun tahu bahwa angklung dari Indonesia. “Saya tidak marah ke Malaysia. Tapi, saya marah ke pemerintah. Mengapa tidak melindungi budaya sendiri,” ucapnya disambut tepuk tangan para siswa.
Grup Ojo’ Ngono dari Pamekasan kemarin juga unjuk gigi. Kontingen yang mengenakan kaus khasnya, putih bergaris-garis merah, tersebut menyanyikan lagu Surabaya.
Selain tanya jawab dan unjuk kebolehan, mereka sempat berkolaborasi dalam memainkan alat musik dan menari. Misalnya, mereka memainkan semua alat musik yang ada secara bersamaan. Pada saat yang sama, peserta menarikan tarian adat sesuai daerahnya masing-masing.
Sementara itu, acara apresiasi seni di SPI diikuti 53 peguyuban peminat seni tradisi dari seluruh Jatim. Masing-masing juga unjuk tradisi. Misalnya, SMPN 1 Jember yang mementaskan ludruk berjudul Joko Bodho.
Achmad Fauzi, pelaksana program Festival Nusantara 2008, mengatakan, anjangsana itu untuk mengenalkan kesenian tradisional sejak dini. Selain saling kenal, para siswa berkesempatan menanyakan langsung segala sesuatu terkait kesenian tersebut. “Seperti sejarah, alasan pemilihan warna, maupun waktu lahirnya kesenian tersebut,” katanya.
Festival Nusantara 2008 berakhir hari ini. Sebelum meninggalkan Surabaya, kontingen akan berkunjung ke redaksi Jawa Pos. (eko/dos)
Jawa Pos, Rabu, 28 Mei 2008
Kamis, 2008 Mei 15
CURHAT YUUUK
well ............. daripada pusing nich 'n gak ada yang diajak ngomong mendingan kau tulis aja kesini, ehh ciapa tahu kita kita bisa bantu dan mencarikan solusinya...
ato bisa aja kita bertukar pendapat 'n share dengan yang lain..
asik khan, ...
yang mau curhat masalah pacar
yang masalah keluarga
to masalah yang laen...
boleh koq ....
bebas...............................
dan bebaskan beban yang ada di pikiran kamu
ato bisa aja kita bertukar pendapat 'n share dengan yang lain..
asik khan, ...
yang mau curhat masalah pacar
yang masalah keluarga
to masalah yang laen...
boleh koq ....
bebas...............................
dan bebaskan beban yang ada di pikiran kamu
Sabtu, 2008 Mei 10
FESTIVAL NUSANTARA
FESTIVAL NUSANTARA
Sebuah ajang kesenian tingkat pelajar se-NUSANTARA yang digelar di Surabaya tanggal 16 mei sampai 28 Mei 2008. Dimana sebagai pengenalan kesenian daerah-daerah yang mungkin bisa menambah wacana kesenian dan memupuk sejak dini tentang kesenian.
Terdapat juga DISKUSI, WORKSHOP, PAMERAN, ANJANGSANA yang nantinya di tempatkan di kampus UNAIR, UNESA, PAKUWON TRADE CENTER, G-walk dan beberapa SMP dan SMA pilihan di Surabaya.
asik khan .....
pengen liat khan ....... langsung datang aja ke tempat yang tadi ....
Sebuah ajang kesenian tingkat pelajar se-NUSANTARA yang digelar di Surabaya tanggal 16 mei sampai 28 Mei 2008. Dimana sebagai pengenalan kesenian daerah-daerah yang mungkin bisa menambah wacana kesenian dan memupuk sejak dini tentang kesenian.
Terdapat juga DISKUSI, WORKSHOP, PAMERAN, ANJANGSANA yang nantinya di tempatkan di kampus UNAIR, UNESA, PAKUWON TRADE CENTER, G-walk dan beberapa SMP dan SMA pilihan di Surabaya.
asik khan .....
pengen liat khan ....... langsung datang aja ke tempat yang tadi ....
Langgan:
Entri (Atom)